Bagi kita yang melihat, pasti jijik. Tapi justru itu daya tariknya. Jutaan orang dari seluruh dunia mampir ke tempat ini untuk melihat dan ikut menempelkan permen karet yang sudah mereka kunyah. Kuman? Jangan tanya, pasti banyak. Dan kamu jangan sampai lupa membawa sanitizer saat ke tempat ini.
Tempat unik ini berada di pusat Pike Place Market, Seattle, Amerika Serikat. Begitu banyak permen karet menempel di dinding dengan berbagai warna. Dan kondisi yang menjijikkan ini menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk mengunjungi Seattle.
Tempat ini dibentuk bukan karena kesengajaan. Banyaknya permen karet yang menempel di dinding ini terjadi sejak awal tahun 1900-an. Pada masa itu banyak sekali orang yang mengantre untuk mendapatkan dan membeli tiket ke Market Theater. Teater ini sangat terkenal pada masa itu karena pertunjukan yang mereka berikan sangat menegangkan. Dan karena saking banyaknya yang mengantre, orang-orang yang mengunyah permen karet dan berdatangan di situ menempelkan sisa permen mereka di dinding. Akhirnya, terciptalah karya seni abstrak dari budaya mengunyah permen karet di Seattle.
Dinding Permen Karet & Seni
Dinding permen karet ini mulai terlihat menarik saat sudah ada satu lapisan permen karet pada dindingnya. Orang-orang mulai menyadari bahwa semburat warna dari sisa permen karet ini terlihat menarik, bahkan dianggap indah oleh banyak orang. Kebiasaan aneh ini pelan-pelan menjadi sebuah tradisi unik nan jorok yang bisa diterima publik.
Seiring waktu, The Gum Wall tidak hanya sekedar kumpulan permen karet saja. Tapi dinding ini akhirnya menjadi atraksi seni abstrak yang menarik banyak orang untuk berkunjung dan melihatnya. Pengunjung seringkali menambahkan permen karet dengan pola-pola yang mereka inginkan. Seperti membuat nama, dan bahkan membuat patung kecil.
Daya Tarik & Kontroversi
Pemerintah setempat sempat merasa tidak nyaman akan hadirnya permen karet yang seperti ini. Mereka menganggapnya jorok. Pembersihan berkala pun dilakukan agar bangunan tetap terlihat bersih dan kota tampak teratur. Di sisi lain, bangunannya adalah jejak sejarah.
Namun beberapa orang berpendapat bahwa menghilangkan lapisan permen karet sendiri adalah bentuk dari tindakan menghilangkan sejarah. Bagaimanapun juga, sejarah terbentuk dari perilaku dan tindakan masyarakat di masa lalu. Setiap jejaknya adalah sejarah yang harus terekam dan diceritakan sepanjang masa.
Pemerintah setempat pun akhirnya menyetujui usulan kebanyakan orang tersebut, dan kini The Gum Wall telah diakui sebagai daya tarik internasional. Banyak wisatawan dari seluruh dunia mengunjungi Pike Place Market untuk melihat instalasi seni yang tidak konvensional ini. Banyak media menganggap tempat ini menjadi tempat wisata paling berkuman di dunia.
The Gum Wall menjadi bukti sifat komunal Seattle. Adanya jejak permen karet pada dinding ini sebagai bukti yang terus berkembang akan semangat inklusivitas dan ekspresi kreatif kota ini. Pengunjung dari manapun boleh menempelkan permen karetnya di dinding ini. Mereka boleh meninggalkan jejak di kanvas yang tidak biasa. Dan sekaliigus, berkontribusi pada karya seni kolektif dari berbagai penjuru dunia.
Tempat Foto Menarik
Image via Visitlo
Tembok ini memiliki spot foto menarik. Berdasarkan ulasan di TripAdvisor, pengunjung seringkali mengambil foto berlatar belakang dinding permen karet. Banyak dari mereka berpikir bahwa tempat ini keren sekaligus juga jorok. Memang budaya manusia tidak pernah bisa ditebak.
0 Comments