Ad Code

Responsive Advertisement

Patung Ali & Nino, Lambang Cinta Beda Agama yang Menggemparkan Internet

Semakin sulit perjalanan cinta, semakin menghargai manusia atas rasa tertinggi tersebut. Tulisan William Shakespeare berhasil membuat miliaran orang menangis dengan karya tulisnya tentang perjalanan cinta Romeo dan Juliet. Meskipun itu bukan kisah nyata, rasa pilu dan sedih yang dia tulis berhasil tersampaikan ke semua hati para pembacanya. 

Image via Emerging Europe
Berbeda dengan kisah Romeo & Juliet yang diabadikan dalam karya tulis, di Georgia, seorang seniman membangun monumen setinggi 8 meter yang menggambarkan fitur wanita dan laki-laki yang tampak transparan seperti kumparan logam. 

Patung ini menceritakan tentang kisah sepasang kekasih berbeda agama. Sang perempuan bernama Nino yang beragama Kristen, sedangkan sang pria adalah Ali beragama Islam. Masing-masing dari mereka berasal dari negara yang berbeda. Ali Shirvashir berasal dari Azerbaijan, sedangka Nino Kipiani berasal dari Giorgia.

Asal Cerita

Sama seperti kisah Romeo dan Juliet yang berasal dari karya tulis, Ali dan Nino juga begitu. Kisah mereka bukanlah kisah nyata, namun berasal dari novel di Austria pada tahun 1937. Meski tidak diketahui siapa penulisnya, karya sastra ini didaftarkan atas nama Kurban Said. 

Image via Georgia
Karya sastra tersebut pada dasarnya berisi tentang pencarian kebenaran dan rekonsiliasi di dunia dengan praktik yang kontradiktif. Islam dan Kristen, Timur dan Barat, pemuda dan orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Pada buku tersebut menerangkan bahwa kisah Ali dan Nino terjadi pada saat Perang Dunia I. Ali Shirvashir yang seorang Muslim asal Azerbaijan, jatuh cinta dengan Nino, seorang putri Georgia yang beragama Kristen pada tahun 1918 - 1920.

Ali dan Nion saling mencintai dan menjalin kasih. Ali berniat akan melamar Nino setelah menyelesaikan pendidikannya. Nino yang tahu asal Ali, ragu. Namun Ali berhasil meyakinkan dan berjanji tidak akan memaksa Nino untuk masuk agama Islam dan menjadikannya bagian harem. Yaitu istri yang bisa dimadu.

Usaha mereka untuk bisa bersama melewati berbagai skandal pribadi, mulai dari pertumpahan darah keluarga, PD I, dan Revolusi Bolshevik.

Tidak ada yang bisa mengkonfirmasi kebenaran cerita ini, namun terlepas dari keasliannya, buku yang menceritakan kisah asmara Ali dan Nino menjadi karya sastra klasik di daerah tersebut. Bahkan dianggap sebagai novel nasional di Azerbaijan.

Tamara Kvesitadze, seorang seniman dan pematung asal Georgia membuat monumen yang dapat bergerak ini pada tahun 2010. Terbuat dari logam yang memiliki tinggi mencapai 8 meter. Menggambarkan fitur wanita dan laki-laki yang agak transparan, dan masing-masingnya adalah Ali dan Nino.

Patung ini dijuluki sebagai "Statue of Love" atau Patung Cinta. Monumen Ali dan Nino menjadi simbol cinta yang tidak memandang status, kebangsaan, ataupun kepercayaan. Cinta yang lebih utama dari semuanya.

Yang unik dari patung ini adalah setiap pukul 7 malam, kedua figur tersebut akan bergerak ke arah satu sama lain, yang kemudian akan bergabung menjadi satu. Namun agar mampu mewakili cerita Ali dan Nino, kedua patung tersebut tidak berhenti menjadi satu, justru mereka melewati satu sama lainnya. Proses bergeraknya patung ini sekitar 10 menit. Dan ini menjadi daya tarik banyak wisatawan untuk datang ke sini dan melihat 10 menit cerita tentang Ali dan Nino.

Lokasi Patung Ali & Nino

Lokasi patung ini berada di Batumi, Georgia. Patung ini berada di dalam Park of Wonders atau Miracle Park. Waktu terbaik untuk mengunjungi patung ini saat siang hari. Karena kalau malam hari, patungnya tidak terlihat dengan jelas.




Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement