Ad Code

Responsive Advertisement

Menjadi Dewasa Sebagai Suku Satere Mawe, 11 Jam Nikmati Sengatan Semut Peluru

Lebih sakit daripada disunat, untuk menjadi dewasa dan diakui kedewasaannya, suku Satere Mawe asal hutan Amazon, Brazil, harus menahan rasa sakit yang luar biasa disengat semut peluru sambil menari.

Suku Sateré-Mawé adalah suku asli Amazon. Mereka hidup terisolasi di wilayah pedalaman hutan hujan Amazon, Brazil. Dan tradisi yang paling terkenal adalah perayaan ritual kedewasaan pria menggunakan sarung tangan berisi semut peluru atau bullet ant.

Image via Google
Suku Satere Mawe adalah suku pertama yang membudayakan tanaman Guarana secara turun-temurun.

Guarana (Paullinia cupana) adalah tanaman merambat asal hutan hujan Amazon di Brasil yang bijinya kaya akan kafein. Buahnya yang merah merekah menyerupai bola mata. Umumnya diekstrak untuk suplemen penambah energi alami, minuman berenergi, dan obat herbal.

Saat memasuki usia dewasa, bagi seorang pria suku Satere Mawe,  harus melewati ritual menyakitkan selama 11 jam dengan cara memasukan tangan ke dalam "sarung tangan". Sarung tangan tersebut terbuat dari rajutan daun yang diisi dengan ratusan semut peluru. Selama 11 jam tersebut, dia menari dan membiarkan tangannya disengat oleh semut peluru.

Image via Cordilleraescalera
Semut yang dikenal dengan rasa sakit luar biasa akibat gigitannya ini dapat ditemukan di sekitar Nikaragua hingga cekungan Amazon. Sengatan dan gigitannya yang sangat kuat inilah yang membuat mereka disebut sebagai semut peluru. Dengan panjang tubuh 18-25 milimeter atau 1,8 sampai 2,5 centimeter ini, berwarna hitam kemerahan, disebut sebagai salah satu semut terbesar di dunia.

Sebelum ritual dimulai, tangan remaja laki-laki — biasanya mereka yang berumur 12 tahun — diolesi arang untuk menangkal sengatan semut peluru, tapi pada kenyataannya cara ini bisa dikatakan tidak efektif.

Image via Kumparan, (Foto: Flickr @Adriene Mattos)
Setelah selesai diolesi arang, kedua tangan akan dimasukan ke dalam rajutan daun tadi sampai sebatas siku. Tangan yang telah dimasukan harus didiamkan selama 10 menit, sebanyak 20 kali. Kalau diakumulasikan sekitar 3,5 jam. Setelah itu, para ketua adat akan mulai berdoa dan menari bersama sembari menunggu selesainya ritual tersebut.

Seberapa Sakit Sengatan Semut Peluru?

Saat tanganmu terkena sengatan semut peluru, maka rasa sakit akan kamu rasakan bisa selama 24 jam. Rasa sakit akibat dari gigitan semut peluru akan terasa panas seperti luka bakar. 


Tidak hanya itu, racun yang dikeluarkan oleh semut peluru juga akan membuat yang disengat bisa lumpuh untuk sementara waktu.

Bahkan, bagi beberapa orang dengan toleransi yang berbeda, rasa sakitnya terasa hingga berminggu-minggu. Tidak sedikit juga ada yang sampai menangis dan pingsan akibat tidak tahan dengan sengatan semut peluru.

Dikutip dari ZME Science pada Rabu (5/9/2018), seorang aktivis alam Steve Backshall menyampaikan bahwa "Dengan sengatan semut peluru, rasa sakit akan menjalar ke seluruh tubuhmu. Kamu akan mulai berkeringat, gemetar, detak jantung meningkat, dan jika kamu mendapatkan beberapa sengatan, kamu mungkin akan pingsan."

For your information, 2.250 gigitan semut peluru bisa membunuh orang dewasa dengan berat badan sekitar 74 kg. Gigitan dari semut peluru bisa 30 kali lebih menyakitkan dibandingkan dengan sengatan lebah.

Meski sakitnya hampir tidak mungkin bisa ditahan orang biasa, pada kenyataannya Suku Mawe hingga kini masih mempertahankan tradisi tersebut demi menunjukan kedewasaan seorang remaja pria yang tengah beranjak besar.

Daya Tarik Wisata Tradisi Suku Satere Mawe

Wisata bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat yang indah. Banyak wisatawan asing yang berkunjung untuk melihat langsung ritual ini. Karena sebuah tradisi pasti memiliki makna spiritual yang mendalam. Dalam kepercayaan suku Satere-Mawé, sengatan semut peluru dipercaya mampu membersihkan jiwa dan memperkuat tubuh.

Ritual ini menjadi simbol transformasi, sebuah perubahan, di mana rasa sakit bukan hanya ujian fisik, tetapi juga proses pembentukan karakter dan spiritualitas. Hanya mereka yang sudah melalui proses menerima rasa sakit yang akan benar-benar tahu bagaimana rasanya menjadi seorang yang dewasa.

Ritual sarung tangan semut api ini juga menarik perhatian banyak antropolog dan peneliti budaya. Mereka melihatnya sebagai bentuk warisan budaya yang unik dan penuh makna.

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement